Lima Puluh Kota| redaksisatu-
Sepertinya, nasib masyarakat 79 Kenagarian di Kabupaten Limapuluh Kota kembali dipaksa menelan pil pahit. Harapan terhadap janji -janji perubahan positif bagi daerah tampaknya hanya isapan jempol belaka, terutama sejak pergantian kepala daerah, yang kini di nakhodai Bupati Safni Sikumbang dan Wakilnya Ahlul Badrito.

Bupati Kab. Limapuluh-Kota dan Wakil , Safni dan Ahlul Badrito, SHPasalnya, tuntutan masyarakat itu mencakup peningkatan kualitas hidup, pembangunan yang merata, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Harapan juga meliputi sosok pemimpin yang amanah, memiliki visi misi jelas, serta mampu merangkul semua elemen masyarakat terlihat ” Jauh Panggang Dari Api “.


Soalnya, sedikitnya, 2.184 jiwa, dengan rincian 1.133 jiwa laki-laki,
penduduk Jorong Balai Rupih, Nagari Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, konon turut mendukung pasangan SAKATO menjadikan pemimpin di Luak Bungsu itu, dipaksa menelan pil pahit kekecewaan, karena pasca terbakarnya serta meluluh lantakan 8 dari 11 Ruang/ lokal belajar SD N.04 bagi ratusan tunas bangsa, 16 Oktober 2024 lalu, tidak terlihat tanda- tanda kepedulian Pemerintah ini.
Berdasarkan catatan wartawan sejumlah 143 murid, hingga detik harus belajar di tiga ruang kelas yang tersisa dari amukan si jago merah. Sedangkan sebagiannya terpaksa belajar di ruangan MDA yang ada di sekitar sekolah.
Selain Delapan dari sebelas ruang kelas hangus terbakar, termasuk beberapa fasilitas seperti mushala, perpustakaan, kantin, dan kantor, hingga detik sepertinya luput dari perhatian baik dari Plt Kepala Sekolah, Dewi Agusni, Walinagari Simalanggang, Yonrifel, Wakil Rakyat dari Dapil Limapuluh Kota 1, yakni Ajisman Dt. Marajo Kayo, Hendrik, Kadis Pendidikan, Afri Efendi, Sekda, Herman Asmar, juga Bupati, Safni Sikumbang sendiri.
Soalnya, kendati ratusan siswa SD N.04 Balai Rupih tersebut hingga detik ini dipaksa mengungsi dan belajar di tempat lain, ketika dimintakan tanggapan kepada sosok terkait diatas melalui pesan WhatsApp pribadi mereka, hingga berita ini tayang, terkesan bungkam tak bergeming.
Kendati Bupati Safni Sikumbang dan Wakil Rakyatnya, Ajisman Dt. Marajo Kayo, menanggapi konfirmasi sumbar.redaksisatu.id, namun terlihat ” Asal Bunyi ” alias Asbun, karena berikan tanggapan jauh dari konteks persoalan.
Lembaga Kontrol dan Advokasi ( LKA ) Elang Indonesia, melalui Ketua Umumnya, Wisran, kepada sumbar.redaksatu.id, menanggapi ironi penanganan sejumlah 143 murid, hingga detik harus belajar di tiga ruang kelas yang tersisa dari amukan si jago merah. Sedangkan sebagiannya terpaksa belajar di ruangan MDA yang ada di sekitar sekolah yang telahhampir satu tahun pasca kebakaran SD N.04 Balai Rupih tersebut, sangat menyesalkan pihak terkait, ujar Wisran.
Dipaparkan, merujuk Visi dan Misi Bupati Sakato ( H. Safni dan Ahlul Badrito Resha, S.H ), “Terwujudnya Kabupaten Limapuluh Kota yang Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan, dan Memiliki Jiwa Gotong Royong”.
Misi yang mereka usung, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menjadikan nagari sebagai poros pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta membangun infrastruktur yang terpadu, tak obahnya seperti ” Pendekar Kehilangan Jurus”, sindir Wisran.
Seyogyanya, masyarakat umumnya menuntut dan berharap pada pergantian kepala daerah agar membawa perubahan positif bagi daerah. Tuntutan ini mencakup peningkatan kualitas hidup, pembangunan yang merata, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Harapan masyarakat juga meliputi sosok pemimpin yang amanah, memiliki visi misi jelas, serta mampu merangkul semua elemen masyarakat.
Juga mengharapkan peningkatan di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, ujar Ketum LKA Elang Indonesia mengakhiri. ( EB )

