spot_img
spot_img
BerandaDAERAHBupati Safni Apresiasi Kepedulian Masyarakat. Kritik Partisipasi Doorprize OPD " Peduli Lingkungan...

Bupati Safni Apresiasi Kepedulian Masyarakat. Kritik Partisipasi Doorprize OPD ” Peduli Lingkungan Hidup”

Sarilamak|redaksisatu. Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, melalui Bupatinya, H. Safni Sikumbang, mengapresiasi serta kepedulian masyarakatnya melalui kritikan yang dilayangan Lembaga Swadaya Masyarakat ” Peduli Kinerja Aparatur Negara ( LSM PENJARA ) Provinsi Sumatera Barat.

LSM Penjara melalui suratnya, yang berfokus pada Pemantauan Kinerja Aparatur Negara, melaporkan adanya dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan/atau tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, terkait kebijakan pengumpulan doorprize melalui Surat Edaran Bupati nomor 357/DLHPKP-LK/V/2026, menjawab wartawan, ” Hal tersebut tidaklah benar. Tindak Pidana Korupsi yang dituduhkan tidaklah benar, karena hal itu sifatnya ” Menghimbau serta menggerakan bentuk kepedulian seluruh ASN peduli akan lingkungan”, sebut Safni

Dilanjutkan Bupati, Bahwa benar dan tidak ada kepentingan lain dibalik peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, telah terbit Surat Edaran Bupati nomor 357/DLHPKP-LK/V/2026 yang menginstruksikan berbagai instansi di lingkungan Pemkab Lima Puluh Kota untuk berpartisipasi menyediakan doorprize.

Bupati Safni dan rombongan ketika berkunjung ke salah satu tempat Pengolahan Sampah di Ciamis dan Banyumas Jawa Barat. ( Foto. Dokumentasi )

Kendati Instruksi tersebut diterbitkan tanpa adanya landasan anggaran (DPA/Daftar Pelaksanaan Anggaran) yang jelas pada instansi-instansi yang ditunjuk, namun sifat kita hanya menghimbau serta tidak ditetapkan nominal bantuan dari OPD yang dimaksud, ujar Safni.

Bahwa kebijakan ini adalah murni serta bentuk kepedulian bersama dan tidak benar diinisiasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP), Nopriyadi Syukri, ST, dengan menyodorkan draf kebijakan yang memposisikan pimpinan daerah ke dalam situasi fait accompli, pintanya.

Sebab Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam membenahi persoalan sampah terus ditunjukkan. Usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, melanjutkan agenda belajar pengelolaan sampah modern ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (5/5/2026).

‎Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mencari sistem pengelolaan sampah yang efektif, modern, dan memiliki nilai ekonomi serta sesuai untuk diterapkan di daerah. ‎Dalam kunjungan itu, Bupati Safni didampingi Ketua TP-PKK Lima Puluh Kota, Asra Yanti Safni, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lima Puluh Kota, Nopriyadi Syukri, ST.

Kedatangan rombongan disambut langsung Bupati Banyumas periode 2025–2030, Sadewo Tri Lastiono.

‎Disebutkan Safni, dalam kunjungan ke Banyumas, rombongan mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir yang melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Sampah yang masuk ke TPS 3R maupun Pusat Daur Ulang dipilah sesuai jenisnya untuk kemudian diolah kembali menjadi produk yang bernilai ekonomi.

‎Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot dan pupuk organik, sedangkan sampah anorganik didaur ulang menjadi berbagai produk turunan. Bahkan, sampah bernilai rendah juga diolah menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). ‎Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas juga mampu menghasilkan paving blok, genteng plastik, pupuk organik, hingga bahan bakar alternatif dari sampah. ‎

Sistem tersebut dinilai berhasil karena hampir seluruh sampah dimanfaatkan kembali dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Bupati Safni menyebut, sistem Banyumas dan Ciamis memiliki keunggulan masing-masing dan sangat memungkinkan untuk diadopsi di Kabupaten Lima Puluh Kota. ‎“Ciamis kuat dari sisi kesadaran masyarakat melalui bank sampah, sementara Banyumas sudah maju dengan teknologi pengolahan modern. Dua sistem ini sangat bagus jika dikombinasikan,” ujar Safni.

‎Menurutnya, arah pengelolaan sampah di Lima Puluh Kota ke depan bukan lagi sekadar membuang sampah ke TPA, melainkan bagaimana sampah bisa selesai dari sumbernya dan memiliki nilai manfaat. ‎“Kita ingin nanti tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan tersisa. Sampah harus bisa dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali,” katanya.

‎Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan alat dan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat. ‎Karena itu, Pemkab Lima Puluh Kota akan mulai mendorong edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan bank sampah di nagari, hingga kemungkinan pengembangan pengolahan berbasis RDF dan produk turunan lainnya. ‎“Ini bukan pekerjaan instan, tapi kita ingin mulai membangun sistem yang berkelanjutan. Sampah bukan lagi beban, tapi bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tutupnya.

Penanggulangan sampah di Banyumas dan Ciamis diakui sebagai role model nasional. Keduanya menggunakan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat, pemilahan sampah dari sumbernya, dan ekonomi sirkular, namun memiliki spesialisasi inovasi yang berbeda.
1. Kabupaten Banyumas (Fokus: TPST Modern & Daur Ulang Skala Besar)Banyumas terkenal dengan program SUMPAH BERUANG (Sulap Sampah Berubah Uang) yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).Inovasi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu): Terdapat puluhan TPST yang mengolah sekitar 600 ton sampah per hari. Sekitar 98% sampah berhasil dikelola menjadi barang berharga, menyisakan residu sangat sedikit untuk Tempat Pembuangan Akhir

(TPA).Pengolahan Output: Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dilebur menjadi bahan seperti paving block, campuran aspal, atau kerajinan.Aksesibilitas

Digital: Transaksi sampah dilakukan secara online melalui aplikasi seperti Jack Nong dan Salin Mas.2. Kabupaten Ciamis (Fokus: Bank Sampah & Ekonomi Kerakyatan)Ciamis memiliki tingkat daur ulang salah satu yang tertinggi di Indonesia dan sering menjadi rujukan studi banding berbagai daerah.Bank Sampah

Induk: Didukung oleh ratusan unit Bank Sampah yang menjangkau masyarakat, instansi, dan sekolah. Sampah yang ditabung di ⁠Bank Sampah Ciamis dapat digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), membeli sembako, hingga ditukar hewan ternak (burung puyuh).Program Inovatif: Terkenal dengan program Selingkuh Mas Maggot (Selamatkan Lingkungan Hidup Masyarakat Kelola Bank Sampah dan Maggot) serta Mantan Terindah yang mengolah gas metan dari TPA untuk kebutuhan memasak warga.

Pengolahan Residu: Melalui kolaborasi warga, sampah plastik yang sulit terurai disulap menjadi roster (ventilasi) bangunan bernilai ekonomis.Kedua wilayah ini membuktikan bahwa sampah dapat memberikan pemasukan finansial bagi masyarakat apabila dipilah dan dikelola dengan baik dari tingkat rumah tangga. ( PJ )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News