Payakumbuh|sumbarredaksisatu.id- Banyak pihak prihatin terkait program unggulan Presiden Prabowo Subianto, atas Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Keputusan Badan Gizi Nasional ( BGN ) No 244 Tahun 2025 ” tidak Bertaji “. Ironis, tidak sepenuhnya dapat dukungan pihak terkait di daerah,khusus Pemerintah Payakumbuh.
Padahal, program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa, namun sepertinya Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPOM berperan sentral dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana BPOM terkesan tidak fokus pada pengawalan keamanan pangan dari hulu ke hilir, juga memperketat pengawasan di tingkat lokal (Puskesmas), melakukan pemantauan untuk memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan memenuhi standar higiene sanitasi bagi siswa sekolah.
Hal tersebut, santernya dugaan penyimpangan terkait menu Makan Bergizi Gratis dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) dibawah YPPD ( Yayasan Peduli Permata Damai ) baik di Kelurahan Sicincin, dan Kelurahan Tigo Koto Dibaruah Kecamatan Payakumbuh Utara, ditenggarai telah “kangkangi ” Kep BGN No 244 Tahun 2025, terkait pemakaian wadah kantong plastik serta terkait menu pabrikan.
Kini, media disuguhkan pula laporan beberapa Wali murid SMPN 2 Payakumbuh yang protes terkait menu MBG yang diterima anak- anaknya, jauh dari suguhan makan bergizi yang disuguhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) yang dipasok dapur dibawah naungan Yayasan Badunsanak Kelurahan Payobasung.
Dari informasi serta kiriman foto menu MBG yang jadi keluhan wali murid SMPN 2 Payakumbuh, juga mungkin penerima manfaat katanya makan bergizi itu, Jumat, 19/12, disuguhkan menu MBG, Kacang telor, Buah Kalengkeng 5 buah, Roti tawar 1 iris tipis, serta Abon ( Pabrikan ) yang dikemas dalam satu kantong plastik/ kresek.
Juga untuk menu Sabtu, 20/12 : SPPG Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, memasok menu MBG berupa kue mangkuak 2 biji, Apel 1 biji, Kerupuk melinjo 4 biji ( kecil ), Telur Puyuh 5 biji, juga dalam kemasan kantong plastik kresek.

Sementara Ketua Yayasan Badunsanak, Erilya Bonita Yos, selaku penanggung jawab dua SPPG, yakni di Kelurahan Payobasung dan Kelurahan Koto Baru Kecamatan Payakumbuh Timur, menanggapi berdalih, “Kami coba konfirmasi ke Kepala SPPG nya dulu yaa.
Erillia Bonita Yos berjanji,” Nanti saya kabari kalo sudah ada kabar dari kepala SPPG nya ya pak.Soalnya terkait menu apa yang di produksi dapur, hal itu adalah wewenang dari Ahli Gizi dan supplier yang dipilih, pun atas persetujuan daru Kepala SPPG nya. InsyaAllah kami akan konfirmasi nanti.
Namun pasti, kekhawatiran Ketua LSM Penjara ( Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara ), Supardi juga banyak pihak khawatirkan program presiden Prabowo, bakal berjalan mulus, sementara pihak terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah yang melibatkan kolaborasi dari berbagai dinas dan lembaga pemerintah daerah, di bawah koordinasi utama Badan Gizi Nasional (BGN), kurang dapat dukungan dari Dinas dan lembaga terkait di daerah meliputi Dinas Pendidikan: Bertanggung jawab karena program MBG menyasar anak-anak sekolah.
Terlebih lagi peran Pemerintah Daerah, dalam hal iniKepala daerah yang memiliki peran penting dalam mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan program di wilayahnya, termasuk merekomendasikan operasional dapur MBG, kesal Supardi. ( AG )

