PAYAKUMBUH |redaksisatu- Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa ( DPC PKB ) Kota Payakumbuh, gelar sekolah pengkaderan khusus konstituennya serta masyarakat Kota Payakumbuh, bertujuan membangun kesadaran politik, mendorong anggota, terutama generasi muda, untuk memiliki kesadaran berpolitik yang tinggi dan berpartisipasi aktif dalam membawa perubahan.
Tidak kurang tercatat sejumlah 250 orang masyarakat Kota Payakumbuh usia 17-35 tahun yang mengikuti Sekolah Kader Perubahan (SKP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Gedung Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, sejak Sabtu (25/10) lalu,

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Payakumbuh Afviandi Dt. Hitam, dalam sambutan, menyampaikan harapan semoga Sekolah Kader Perubahan ini bisa menciptakan kader perubahan yang berkualitas, karena peran mereka sangat penting. Senin, 27/10.
Dipaparkan, tujuan utama sekolah kader di partai politik adalah untuk mencetak kader yang berkualitas, loyal, dan berintegritas untuk memajukan partai dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.
Sasaran program ini meliputi peningkatan kapasitas, pemahaman ideologi,serta pembentukan karakter dan mental kepemimpinan bagi para anggota partai.
Sementara tujuan dilaksanakan sekolah kader, bisa meningkatkan kualitas kader, dan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dinamika politik terkini.
Juga, bisa memperkuat ideologi dan nilai partai, menanamkan pemahaman mendalam tentang ideologi, visi, dan misi partai kepada setiap kader.
Menghasilkan pemimpin masa depan, mencetak calon pemimpin yang tangguh, berani tampil, dan memiliki integritas untuk mengisi posisi strategis di internal partai maupun di pemerintahan.
Meningkatkan kinerja dan pemantapan organisasi, memperkuat struktur internal partai melalui peningkatan kinerja kader di berbagai tingkatan organisasi.
Membangun kesadaran politik, serta mendorong anggota, terutama generasi muda, untuk memiliki kesadaran berpolitik yang tinggi dan berpartisipasi aktif dalam membawa perubahan.
Mempersiapkan calon legislatif dan kepala daerah: Membekali kader yang berpotensi menjadi calon legislatif atau kepala daerah dengan persiapan yang matang.
Membangun politik yang inklusif: Menumbuhkan semangat persaudaraan dan merangkul berbagai pihak, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa program pendidikan kader lintas iman.
“Kader yang dicetak oleh PKB semoga dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan memberikan perubahan yang lebih baik lagi bagi Partai PKB,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri Ketua LKP DPW PKB Provinsi Sumatera Barat Rudi Antono, Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh Faisal Buchari, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Payakumbuh Buya Hasmeldi, dan pengurus DPW serta DPC PKB lainnya.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Payakumbuh Buya Hasmeldi di atas podium dengan semangat bercerita di hadapan tentang perjuangan PKB di Kota Payakumbuh, dirinya berharap angin perubahan segera berhembus di PKB, dia ingin PKB punya wajah baru di kepengurusan.
“Kalau kadernya adalah kader perubahan, maka di tubuh pengurus juga harus ada perubahan, jika ingin PKB terus eksis, regenerasi tidak hanya di kaderisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LKP DPW PKB Provinsi Sumbar Rudi Antono yang membuka acara tersebut menyampaikan kaderisasi tidak hanya dilakukan oleh pengurus partai saja, namun juga dilakukan oleh anggota DPRD dan DPR RI dari partai tersebut.
“Kaderisasi adalah wajib bagi PKB, regenerasi dilakukan berkelanjutan, di Sumbar dulunya kaderisasi mungkin belum efektif. Namun di 3 periode pemilu sebelumnya, suara PKB terus menanjak, dengan adanya peningkatan yang signifikan itu maka sumber daya untuk PKB melakukan pengkaderan tentu lebih kuat,” ujarnya. ( RP )

