SPPG YPPD Sicincin Labrak Standar BGN ?
Payakumbuh |redaksisatu.id Publik luas tenggarai ada permainan ” Patgulipat ” antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Dapur Makanan Bergizi Gratis ( MBG ) Yayasan Peduli Permata Damai di Kel. Sicincin dengan pihak Kepala Sekolah MAN 2 Payakumbuh, terkait penggunaan kantong plastik untuk penerima manfaat MBG bagi siswa MAN 2 Payakumbuh, berpotensi labrak Standar Badan Gizi Nasional, berdasarkan ( BGN ) NO. 244 TAHUN 2025 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Tahun Anggaran 2025
Adapun pedoman teknis yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan standar higiene sanitasi dari Kementerian Kesehatan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, “terkait surat ini tidak ada konfirmasi ke Dinkes. Terima kasih atas infonya. Kami akan TL dan laporkan juga kepada Satgas MBG, jawab dr. Yanti.
Ihwalnya, diketahui para penerima manfaat Makan Bergizi Gratis itu diketahui dibagikan padá siswa- siswi MAN 2 Payakumbuh pada acara pelaksanaan kegiatan Shalat Ghaib bagi para Korban Longsor dan Banjir Bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh di lapangan Saribulan Payakumbuh, Senin/ 08 Desember 2025, sepertinya tuai protes publik.
Kendatipun dalam juknis BGN hal itu dapat dilakukan jika jenis plastik tersebut aman untuk kontak langsung dengan makanan dan sesuai dengan pedoman teknis yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan standar higiene sanitasi dari Kementerian Kesehatan.
Standar Badan Gizi Nasional, berdasarkan ( BGN ) NO. 244 TAHUN 2025 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Tahun Anggaran 2025 , tapi tidak disarankan untuk makanan panas karena risiko migrasi zat kimia berbahaya (BPA, ftalat) yang bisa memicu kanker dan masalah kesehatan lain; kemasan plastik juga tidak ramah lingkungan dan menghasilkan mikroplastik, sehingga disarankan menggunakan wadah yang lebih aman seperti spunbound atau wadah stainless yang bisa dipakai ulang (ompreng) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih layak dan aman bagi kesehatan anak-anak.
Alasan mengapa plastik tidak ideal untuk MBG. Bahan kimia dari plastik bisa larut ke makanan, terutama saat panas, yang dapat menyebabkan gangguan hormon, kanker, masalah reproduksi, hingga gangguan ginjal dan hati.
Dampak Lingkungan, plastik sulit terurai dan menghasilkan mikroplastik yang mencemari lingkungan dan bisa masuk ke rantai makanan. Kurang layak,penggunaan kantong plastik kresek menimbulkan kekecewaan karena dianggap kurang layak untuk program gizi nasional, meskipun tujuannya baik.
Sementara, mengutip konfirmasi wartawan kawasansumbar.com terhadap Kepala SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) yang miliki Dapur di Kel. Sicincin Payakumbuh Timur, dibawah payung Yayasan Permata, Rahmania katakan hal itu dilakukan sesuai permintaan pihak Kepala MAN 2, Sahidin, S.Ag., M.Pd, melalui surat No.1134/Ma.03.14.2/PP.00.6/12/2025, tanggal 5/12/2025, ujar Rahmania.
Senada juga diakui Kepala Sekolah MAN 2 Payakumbuh, Sahidin, M.Pd, dihubungi media, mengakui benar pihaknya yang mengajukan pemakaian kantong plastik padá kemasan makanan buat penerima manfaat ( siswa/ siswi MAN 2 – red ).
( DG )

