spot_img
spot_img
BerandaDAERAHMemasuki 1 Tahun Kepemimpinan Zuzema. Zulmaeta Walikota ASN, Tidak Masyarakat ?

Memasuki 1 Tahun Kepemimpinan Zuzema. Zulmaeta Walikota ASN, Tidak Masyarakat ?

Payakumbuh | redaksisatu- Banyak pihak sepertinya kecewa serta sedih atas pengelolaan roda pemerintahan Kota Payakumbuh, kini dibawah kepemimpinan pasangan Dr.dr. Zulmaeta Sp.OG-KFM dan Wakilnya Elzadaswarman SKM, MPPM, terkesan hanya Walikota bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN- red ). Sedangkan warganya yang tersebar di 47 Kelurahan tidak dianggap. Apa benar ?

Memasuki satu tahun pasangan Zuzema itu menakhodai kota kecil yang berpenduduk 146.993 jiwa yang tersebar di 47 kelurahan ( 5 Kecamatan- red ), pasca pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Payakumbuh untuk periode 2025-2030 pada sekitar 20 Februari 2025, bersamaan dengan kepala daerah terpilih lainnya hasil Pilkada 2024, disebutkan ” Jauh Panggang Dari Api ”

Kekecewaan serta keprihatian itu disampaikan dua dedengkot tokoh masyarakat Koto Nan Gadang, yakni Arief Malano, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ) Kec. Payakumbuh Utara bersama Wakilnya, Buya Alhadi Hamid paparkan kepada wartawan.

Adapun Visi yang gencar pada masa kampanye pasangan Zuzema itu, yakni “Terciptanya Payakumbuh kota maju yang bermartabat melalui pemberdayaan dan pengembangan kualitas pendidikan sentra UMKM yang kompetitif.

Terus Misi, “Mewujudkan SDM aparatur yang berkualitas. Mewujudkan aturan daerah dalam mendukung iklim ekonomi yang kondusif. Mewujudkan tata dan alur bisnis profesional melalui penyiapan suasana kondusif yang kompetitif.
Mewujudkan nuansa imani melalui pendekatan budaya dan adat. Mewujudkan sarana perkotaan yang humanis ramah lingkungan dan berkelanjutan, menurut dua dedengkot tokoh masyarakat Koto Nan Gadang, sebatas ” Bualan Tukang Obat ” di Kaki Lima, kesalnya.

Dikatakan Arief, Walikota Zulmaeta tersebut jadi Walikota hanya Senin sampai Kamis Siang. Sedangkan Kamis siang sampai pagi Senin yang jadi Walikota adalah Rida ananda, notabene adalah Sekretaris Kota, ungkapnya demikian fakta yang kita temui di Lapangan.

Bukti lainnya, setiap ada kegiatan masyarakat bila diadakan hari Jumat, Sabtu dan Minggu tidak pernah dihadiri oleh Walikota, kesalnya

Setiap acara keagamaan orang nomor satu itu tidak pernah menghadiri undangan yang telah dilayangkan panitia. Hal tersebut kita temui padá agenda Khatam Qur’an, Yasinan Kota, Satu Even satu Nagari tidak pernah dihadiri oleh Walikota. Sementara Beliau diundang secara resmi oleh Pemuka Masyarakat dan Ninik mamak.

Bagi Walikota Zulmaeta dituduh yang penting baginya pegawai atau ASN kota Payakumbuh saja. Sementara masyarakat awam tidak perlu atau tidak penting bagi Zulmaeta, kesal Arief.

Seperti halnya keberadaan LPM, RT, RW, KAN, LKAAM, terkesan diabaikan serta disepelekan orang nomor satu Payakumbuh itu, ungkapnya.

Ditirukan Arif Malano, “LPM itu apa ya ? Itu pertanyaan Walikota ketika pertemuan resmi dengan pengurus LPM kota Payakumbuh di rumah Dinas Walikota beberapa waktu lalu. Hal itu bisa kita chek dan masih ada kok jejak digitalnya disimpan oleh Dinas Kominfo kota Payakumbuh, ujar Arif.

Kekecewaan tokoh masyarakat, Buya Alhadi Hamid, ” terkait pembangunan relokasi yang di buat oleh pemerintah kota Payakumbuh ini sangat tidak relevan dan tidak menggambarkan seorang pemimpin yang latar belakang seorang Dr dan dokter, yang tidak ada keberpihakan kepada rakyat bawah, terkhusus pedagang kaki lima dan juga melabrak regulasi yang ada, yakni UU LLAJ dan Tata Ruang kota Payakumbuh.

Sejatinya, Walikota Zulmaeta bisa mencarikan solusi yang baik dan bermanfaat, contoh yang bisa dilakukan, pemanfaatan Ramayana yang tinggal 5 tahun lagi, bisa ditebus dan bisa di manfaatkan dan juga, pasar blok timur yang bisa di rehab ,dan pasar Padang Kaduduak yang sampai sekarang masih kosong penghuni, pungkas buya.

Menurut Arief dan Buya Alhadi, pihaknya kini santer mendengar sepak terjang Walikota melalui saudaranya, konon menopoli berbagai kegiatan/ proyek di beberapa OPD. Maaf cerita Sekda Rida Ananda saja menurut apa maunya saudara Zulmaeta, apalagi Kapala Dinas, demikian kesal dedengkot tokoh masyarakat Koto Nan Gadang. ( ei )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News