spot_img
spot_img
BerandaDAERAHLSM PENJARA Sumbar : Ada Apa Dibalik Klarifikasi MAN 2 Payakumbuh Kemasan...

LSM PENJARA Sumbar : Ada Apa Dibalik Klarifikasi MAN 2 Payakumbuh Kemasan Plastik MBG Ala SPPG YPPD Sicincin

Payakumbuh | redaksisatu.id-Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( LSM PENJARA ) Sumbar, curigai ada apa di balik klarifikasi pihak sekolah terkait penggunaan wadah plastik pada menu MBG dari dapur SPPG Yayasan Peduli Permata Damai bagi penerima manfaat tidak kurang 1300 siswa/ i MAN 2 Payakumbuh, Senin, 8/12 lalu, sepertinya patut dicermati serta ditelusuri pihak berkompeten.

Pasalnya, sesuai Pedoman teknis Badan Gizi Nasional (BGN) dan standar higiene sanitasi dari Kementerian Kesehatan Cq Dinas Kesehatan setempat akui tidak ada konfirmasi dari pihak SPPG bersangkutan, terkait penggunaan kantong plastik untuk MBG oleh penerima manfaat siswa MAN 2 Payakumbuh itu.

Mengutip statemen Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, ” pihaknya tidak ada konfirmasi baik dari SPPG dan MAN 2. Terima kasih atas infonya. Kami akan  TL dan laporkan juga kepada Satgas MBG, jawab dr. Yanti.

dr. Yanti, M.PH, Kadis Kesehatan Kota Payakumbuh.

Standar Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kemasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) fokus pada keamanan , kebersihan , dan ketersediaan bahan yang aman untuk penerima manfaat. Berikut rinciannya: Standar Utama Kemasan dan Wadah, larangan plastik sekali pakai.

BGN tegas melarang penggunaan plastik sekali pakai dan logam non-sertifikasi dalam program MBG, guna menjamin keamanan makanan dan mengurangi dampak lingkungan.

Penggunaan Food Tray Baja Tahan Karat. Wadah utama yang direkomendasikan adalah food tray berbahan baja tahan karat yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9369:2025, syaratnya antara lain, menggunakan material stainless steel food grade seperti tipe 201, 304, 316, atau 430. Memiliki permukaan halus, tahan korosi, dan ketahanan beban hingga 15 kilogram. Tutup wadah juga harus terbuat dari baja tahan karat yang sama untuk memastikan keamanan pangan.

Supardi, Ketua DPD LSM PENJARA Sumatera Barat.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat “Pemantau Kinerja Aparatur Negara” (DPD LSM PENJARA) Provinsi Sumatera Barat, Supardi, Aktifis itu juga intens memantau program  Presiden Prabowo, melalui Makan Bergizi Gratis ( MBG ), sebutkan telah ada Standar Badan Gizi Nasional, berdasarkan ( BGN ) NO. 244 TAHUN 2025 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan  Bantuan Pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Tahun  Anggaran 2025 , sesalkan kejadian diatas.

Seyogyanya Pedoman teknis BGN dan standar higiene sanitasi dari Kementerian Kesehatan Cq Dinas Kesehatan setempat dipatuhi serta dijalankan oleh pemangku kebijakan di daerah, sebut Supardi.

Karena pemakaian wadah secara eksplisit tidak ada larangan, tapi tidak disarankan untuk makanan panas karena risiko migrasi zat kimia berbahaya (BPA, ftalat) yang bisa memicu kanker dan masalah kesehatan lain; kemasan plastik juga tidak ramah lingkungan dan menghasilkan mikroplastik,sehingga disarankan menggunakan wadah yang lebih aman seperti spunbound atau wadah stainless yang bisa dipakai ulang (ompreng) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih layak dan aman bagi kesehatan anak-anak.

Terpisah, Kepala Kantor Agama Kota Payakumbuh, Hendri Yazid, terkesan pihaknya tidak diberitahu, kepada media sebutkan, ” Karna acara di lapangan mungkin di permudah kayaknya”, ujar Hendri sekenanya.

Mengutip portal Mjnews.id, tayang Selasa, 9/12/2025, MAN 2 Payakumbuh memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyebutkan penggunaan kemasan plastik pada distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa pada Senin 8 Desember 2025.

Pihak MAN 2 Payakumbuh melalui wakil kepala Humas, Nurhadi Ahmad menegaskan bahwa penggunaan plastik tersebut merupakan permintaan resmi dari pihak madrasah, bukan kebijakan penyedia MBG.

“Sekolah meminta agar menu MBG hari itu disesuaikan dan dikemas dalam kantong plastik. Permintaan tersebut diajukan kepada Kepala SPPG Sincincin Kota Payakumbuh,” kata Nurhadi, kepada wartawan melalui press releasenya via pesan singkat whatsappnya, Selasa 9 Desember 2025 siang.

Nurhadi juga menyebutkan, permintaan ini dilakukan karena pada hari yang sama MAN 2 Payakumbuh melaksanakan kegiatan Shalat Ghaib dan doa bersama untuk para korban longsor dan banjir bandang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sari Bulan Payakumbuh Selatan, sehingga dibutuhkan kemasan makanan yang lebih praktis untuk dibawa dan dibagikan kepada siswa.

“Penggunaan plastik bukan keputusan penyedia MBG. Itu permintaan dari sekolah karena kegiatan yang kami laksanakan di lapangan dan membutuhkan kemasan yang lebih mudah untuk dibagikan,” tegas Nurhadi.

Nurhadi juga menyampaikan bahwa menu yang dikirim merupakan menu primer, sehingga penggunaan plastik masih sesuai dengan kebutuhan teknis dan tidak melanggar standar operasional. Penggunaan kemasan plastik tersebut juga bersifat insidental, bukan kebiasaan dalam distribusi MBG sehari-hari.

“Ini situasi khusus, bukan pengganti omprengan secara permanen. Kami tetap mengutamakan kenyamanan dan kelayakan makanan bagi siswa,” beber Nurhadi.

MAN 2 Payakumbuh Menilai Adanya Kesalahpahaman Publik. Nurhadi juga menambahkan, MAN 2 Payakumbuh menilai adanya kesalahpahaman publik akibat tidak tersampaikannya fakta bahwa permintaan penggunaan plastik berasal dari pihak sekolah sendiri.

Selain itu, sekolah menegaskan penyedia MBG tidak dapat disalahkan dalam situasi ini karena hanya menjalankan instruksi resmi melalui surat permohonan menu.

Pihak sekolah juga menyatakan kesiapan untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat maupun media agar informasi yang beredar tetap akurat dan berimbang.

“Kami terbuka terhadap klarifikasi dan berharap setiap pemberitaan dapat melalui verifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persepsi keliru,” tutup Nurhadi.

Dengan klarifikasi ini, MAN 2 Payakumbuh berharap isu penggunaan plastik pada pembagian MBG dapat dipahami secara proporsional sesuai konteks dan fakta yang ada di lapangan. ( DG )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News