Payakumbuh |redaksisatu-.id- Sepertinya Program utama Presiden Prabowo terkait “membangun generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan kuat dengan memastikan asupan protein dan gizi terpenuhi. Mengatasi masalah gizi, menurunkan angka stunting dan gizi buruk pada anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kota Payakumbuh, demi mengejar keuntungan diduga dicemari beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG- red ) yang terdapat di Kota Payakumbuh. Hal ini tentunya jadi perhatian bagi pemangku Kebijakan.
Soalnya berdasarkan temuan tim investigasi LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( PENJARA ) Dewan Pimpinan Daerah Sumbar, dibawah kendali Ketuanya, Supardi mendapatkan dugaan penyimpangan terkait menu Makan Bergizi Gratis dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) dibawah YPPD ( Yayasan Peduli Permata Damai ) Kelurahan Kapalo Koto Dibalai Kecamatan Payakumbuh Utara.

Berdasarkan catatan tim LSM PENJARA, dimana keberadaan SPPG, Kelurahan Kapalo Kito Dibalai didapati informasi memasok menu MBG pada penerima manfaat padá siswa SD Raudatul Jannah, SD N.21 dan SD N.04 Payakumbuh, Senin, 8- 12/12 dan berlanjut pada Senin, 15-16/12, berpotensi ” kangkangi ” Kep BGN No 244 Tahun 2025.
Bahwa Senin, 15/12, para wali murid keluhkan paket yang diterima siswa/i dengan menu :
1. Roti Panggang Vanila Padi mas.( Pabrikan )
2. Roti Kelapa. ( Pabrikan )
3. Kue coklat yg kemanisan.
4. Susu ultra. ( Pabrikan )
5. Kue pisang Rp. tipis dan kecil
6. Jeruk , asam
7. Kacang telot
Selanjutnya item diatas dikemas dengan kantong plastik. Menurut pengakuan anak- anak, tidak ada makanan berat selama seminggu lalu. Sedangkan hari ini, Senin, mereka hanya mendapatkan kue kue yang tidak mereka makan dan dibawa pulang. Masing masing anak dapat 2 plastik asoynya.
Berdasarkan laporan tim LSM PENJARA, berdasarkan konfirmasinya dengan baik guru SD RJ, SD N.21, dan SD N.04 Payakumbuh, senada mereka pernah pertanyakan serta protes terkait pendistribusian menu MBG kepada siswa/i disekolahnya, namun hal itu tidak pernah digubris pihak penanggung jawab SPPG, ujar mereka.
Terpisah, baik Perwakilan Yayasan Permata Peduli Damai, Boy Sandi, SH, serta Koordinator SPPG Yayasan Permata Peduli Damai, Rahmania, yang berusaha media mintakan tanggapan sehubungan adanya keluhan dari orang tua/ wali murid SD Raudatul Jannah Kel. Kepala Koto Dibalai Kec. Payakumbuh Utara, terkait pembagian paket Makanan Bergizi Gratis ( MBG ), sepertinya hingga berita update mengambil sikap bungkam.
Sementara Kadis Kesehatan Payakumbuh, dr. Yanti M.PH, menjawab media, sepertinya merasa kaget dan apresiasi informasi yang diterima sembari paparkan, ” Kita akan konfirmasi ke Korlap SPPG nya”, ujar dr. Yanti. ( AG )

