Limapuluh Kota |redaksisatu- Tim Aerosport Taeh Bukik Kec. Payakumbuh Kab. Limapuluh Kota, peduli korban bencana banjir dan Galodo yang telah meluluh lantakan harta benda serta nyawa warga nagari Salareh Aia Timur,Kec. Palambayan Kab. Agam beberapa hari lalu.
Tim Aerosport dan bersama warga Taeh Bukik Walinagari Taeh Bukik, yang dipimpin lansung Wali Nagari, Hardimus Dt Mulu Bosa didampingi Ketua Bamus Nagari Taeh Bukik Nenglis, Jorong Pogang, Rory amiko,, Jorong Bukit Tapuang ,Adek Andryansyah, Rabu, 10/12 siang berkesempatan temui lansung warga yang terdampak bencana banjir dan golodo yang telah meluluh lantakan rumah serta harta benda, serta kehilangan puluhan nyawa, sembari berikan bantuan berupa sembako.
Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, mewakili warganya yang berkabung mengaturkan terima kasih atas kepedulian Aerosport dan dunsanak Taeh Bukik atas kepedulian serta membantu kami yang telah ditimpa musibah. Semoga kepedulian menjadi amal ibadah bagi kita semua”, ungkap Rijal Islami.
Dalam paparan Walinagari Salareh Aia itu mengatakan bencana tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga hanyut dan rusak berat. Ia menyebut kerusakan juga terjadi pada infrastruktur jalan, jembatan, serta fasilitas umum lainnya.
Sementara, Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas Palang Merah Indonesian (PMI) dan relawan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 67 korban yang hilang dampak banjir bandang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Kita masih melakukan pencarian korban di sejumlah titik material banjir bandang dan sepanjang Sungai Batang Nanggang,” katanya.
“Tim gabungan berhasil menemukan korban sebanyak 157 orang dalam kondisi meninggal dunia di Kecamatan Palembayan,” katanya.
Sekitar 200 lebih warga mengungsi di posko utama yang berlokasi di SD Negeri 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Para pengungsi berasal dari kawasan yang terdampak langsung banjir bandang pada akhir pekan lalu.
“Banjir bandang ini menghantam cukup kuat dan membuat banyak rumah tak bisa ditinggali lagi,” ujar Rijal Islami. “Selain itu, sekitar 65 persen area persawahan warga juga rusak sehingga masyarakat kehilangan sumber penghasilan.”
Selain kerusakan fisik, jumlah korban jiwa juga meningkat seiring proses pencarian yang masih berlangsung. Hingga kini, tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Pengungsian tidak hanya terpusat di Salareh Aia, karena terdapat tiga titik pengungsian lain yang juga menampung ratusan warga terdampak. Lokasi-lokasi itu dipilih karena berada di area aman dan mudah dijangkau petugas.
Kebutuhan mendesak bagi para pengungsi tidak hanya berupa makanan dan logistik, tetapi juga pasokan air bersih. Salah seorang pungunsi Ibnu Riaga juga menekankan pentingnya kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana, ungkap Rijal Islami ( AG )

